Top Ad 728x90

Monday, 21 December 2015

#Manusia; Individu yang mengikat dirinya sendiri walaupun sejatinya ia bebas


"Anjing ingin selalu bebas walaupun sejatinya ia terikat, sedangkan manusia mengikat dirinya sendiri walaupun sejatinya ia bebas"
Pernahkah mendengar pepatah di atas? Tersinggungkah ketika kita sebagai manusia di sejajarkan dengan seekor anjing? Manusia di beri akal, manusia di beri kebebasan (walaupun sebenarnya bukan kebebasan seutuhnya, masih ada agama yang mengatur kebebasan tersebut, namun kebebasan yang saya maksud adalah kebebasan di luar konteks ini), tetapi masih banyak dari mereka lebih memilih untuk mengikat dirinya sendiri secara tidak langsung dari dunia yang seharusnya ia jalani.

Hidup memang sebuah pilihan. Ya, saya sendiri setuju dengan hal tersebut. Namun, ketika dijatuhkan pada beberapa opsi, tentu kita akan memutuskan salah satu yang terbaik dari opsi tersebut. Namun, ketika kita memutuskan tanpa mempertimbangkan resiko, masihkah bisa disebut keputusan? ataukah hanya sekadar pilihan dengan seenaknya menunjuk seperti bayi yang merengek pada ibunya sambil menunjuk jarinya ketika meminta sesuatu? 
"Manusia merupakan bagian hidup dari orang lain"
Teringat ketika saya berkumpul dengan orang yang menjadi salah satu tokoh masyarakat, ia berkata, "manusia merupakan bagian hidup dari orang lain". Untuk membuktikannya cukup mudah, tinggalkan saja seorang diri di hutan dengan dicukupkan semua kebutuhannya. Kemungkinan besar ia akan mati disana, bukan karena hewan buas, melainkan dari dirinya sendiri. Stress. Itu akan cukup membuktikan bahwa manusia tak bisa hidup tanpa orang lain.

Manusia diciptakan untuk bersosial, berkumpul, saling membantu, saling menghargai. Ketika ia mencoba untuk menghindari hal tersebut, maka secara tidak langsung kita membatasi diri kita sendiri. Memenjarakan diri dalam sebuah jeruji tak kasat mata namun sejatinya begitu nyata dengan meninggalkan kodrat sebagai manusia yang seutuhnya. Banyak contoh sederhana yang dapat kita ambil dari kehidupan sehari-hari, namun kembali lagi bahwa hidup adalah pilihan -atau sebuah keputusan-

#siang bolong ngelantur
Yogyakarta, 21 Desember 2015



0 komentar:

Post a Comment

Top Ad 728x90